max-tollenaar:

Hari ini hari Senin, dan seperti biasa para mahasiswa senior kampus gajah tengah melangsungkan diklat panitia acara “pesta” tahunan untuk menyambut adik-adik baru. Jam menunjukkan sekitar pukul 10.00 pagi waktu setempat. Atau siang? Entah. Menurut sabda rundown acara, sekarang para calon panitia sedang menggelar lingkar wacana di spot-spot yang ditentukan.

Apa yang disampaikan dari tahun ke tahun kurang lebih sama. Penting, namun agak klise. Tentang apa itu mahasiswa, apa tanggung jawabnya, apa perannya, dan segala ornamennya yang berbau “kerakyatan”.

Selepas sarapan kesiangan dari kantin Salman, aku keluar dari pintu kantin, berbelok ke kanan, dan langsung menghadap Taman Ganesha. Hijau bila dilihat dari jauh, tapi sebenarnya cukup kotor untuk sebuah taman yang terletak di tengah-tengah civitas akademika sebuah institut yang konon katanya terbaik seantero bangsa.

Tapi pagi ini warna hijau yang menyapa bola mata timbul dari hal berbeda. Taman yang mulai kotor ini hijau oleh kerumunan orang-orang dengan jas hijau tosca. Para calon panitia. Orang-orang pintar, pikirku.

Tak jauh dari sebuah WC umum di taman tersebut, yang hampir sama kotornya, satu kelompok mahasiswa dengan jas hijautoscatengah melingkar untuk sebuah lingkar wacana di atas rerumputan yang agak basah akibat hujan semalam. Mereka tengah membahas sesuatu yang sepertinya cukup menyenangkan. Terpaparkan lewat suara tawa mereka yang cukup keras untuk terdengar oleh dua orang pemulung yang sedang memilah-milah sampah di WC umum itu.

Secara empiris, jarak mereka dekat. Tapi entah mengapa aku melihat jurang besar nan dalam tengah menganga dan mengaum di antara dua entitas yang berbeda itu.

Bandung, 11 Juni 2012

Kompleks Salman ITB

  1. verbalcapture reblogged this from gerypratama
  2. gerypratama posted this